TNI Gagalkan Penyeludupan 16 Ton Pakaian Bekas Asal Malaysia

TNI Gagalkan Penyeludupan 16 Ton Pakaian Bekas Asal Malaysia

Channeltujuh.com, SAMARINDA -- Terhitung baru empat hari bertugas di perbatasan, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Indonesia - Malaysia Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 600/Modang, berhasil mengamankan truck dengan muatan pakaian bekas dan karpet dari negara tetangga Malasyia yang tidak di lengkapi dokumen resmi, Rabu 10 Juli 2019.

Proses pengamanan berawal dari kecurigaan personel yang bertugas di Pos salang terhadap truck jenis roda enam dengan kapasitas muatan 16 ton melintas di depan Pos Salang, Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pukul 23.00 WITA.

"Dari kecurigaan tersbut setelah di berhentikan dan di adakan pemeriksaan oleh Danpos Letnan Dua Infanteri Masrianto ternyata sang pengemudi tidak dapat menunjukan surat dan dokumen resmi tentang muatan truck tersebut," terang Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) VI/Mulawarman, Kolonel Kav Dino Martino, dalam keterangan resminya, Kamis (11/7/19).

Setelah dilakukan pemeriksaan, lanjut Dino, mengatakan truck tersebut bermuatan pakaian bekas sejumlah 199 bal atau karung dan karpet yang berasal dari daerah Malaysia.

"Ya terkait pengamanan ini Satgas Pamtas Yonif Raider 600/Modang yang bertugas telah melaporkan kepada Komandan SSK 3 Kapten Inf Adi Setiadi Nugroho untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Pos Tembalang. Setelah di lakukan pemeriksaan pengemudi kendaraan tersebut di dapatkan informasi bahwa barang-barang tersebut rencananya akan di bawa menuju Kota Balikpapan," kata Dino.

Dikatakan Dino, saat ini kendaraan jenis truck beserta pengemudi masih di amankan di Pos Tembalang untuk nantinya segera di serahkan kepada pihak yang berwenang dari Kepolisian dan Bea Cukai setempat.

"Ini merupakan suatu keberhasilan yang berharga dan juga wujud tindakan nyata bahwa keberadaan Satgas Pamtas Indonesia-Malaysia Yonif Raider 600/Modang terbukti memberikan efek tangkal dari tindakan-tindakan yang merugikan negara," pungkas Dino*/

Laporan : Sumber Penrem 091/Aji Surya Natakesuma
Editor : Devi Lahendra

Bagikan :