Tanamkan Keimanan Pada Generasi Muda, Satgas Pamtas Gelar Pesantren Kilat

Tanamkan Keimanan Pada Generasi Muda, Satgas Pamtas Gelar Pesantren Kilat

Channeltujuh.com, KAPUAS HULU -- Kenakalan remaja merupakan salah satu masalah yang dihadapi masyarakat saat ini. Tumbuh kembang remaja pada zaman sekarang sudah sulit dibanggakan. Perilaku kenakalan remaja saat ini sangat sulit untuk diatasi. Hal ini disebabkan oleh kenakalan remaja yang sudah tidak bisa dicerna melalui akal sehat diantaranya yaitu tawuran, pergaulan bebas serta pemakaian narkoba.

Baca ini : Antisipasi Karhutla, Koramil Balai Riam Gelar Simulasi

Kehidupan remaja pada masa kini mulai memprihatinkan. Remaja yang seharusnya menjadi kader-kader penerus bangsa kini tidak bisa lagi menjadi jaminan untuk kemajuan bangsa dan negara. Bahkan perilaku mereka yang cenderung merosot, buktinya pada usia yang masih menduduki bangku sekolah sangat rentan terjadi perilaku yang bersifat negatif, karena para siswa masih mencari jati dirinya dan sangat mudah terpengaruh oleh lingkungan serta pengaruh teman sebaya di rumah maupun di sekolah.

Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1440 Hijriah, dimana pada bulan yang penuh dengan keberkahan ini, maka Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Batalyon Infanteri Raider 301/Prabu Kiansantang menggelar kegiatan pesantren kilat demi mencegah kenakalan remaja yang berada di perbatasan. Hal ini disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif Raider 301/Prabu Kiansantang, Letnan Kolonel Infanteri Andi Hasbulah di Pos Kotis Nanga Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

“Pesantren Kilat adalah pesantren yang diadakan dalam waktu singkat pada bulan Ramadan dan merupakan suatu kegiatan yang positif untuk dilakukan dalam rangka membentuk karakter Islami pada anak-anak usia dini. Kegiatan ini dinilai perlu untuk diberikan ke pada para remaja di wilayah perbatasan, yang masih berusia dini dan rentan terkena pengaruh negatif. Kegiatan ini dilaksanakan dengan cara memberikan pemahaman dasar terlebih dahulu kepada para remaja, untuk selanjutnya dapat dikembangkan dan dijadikan pedoman bagi mereka di lingkungan pergaulan mereka sehari-hari,” terang Andi, Selasa (7/5/19).

Baca ini : Dandim 1207/BS Hadiri Peresmian KSOP Kelas II Pontianak


Baca ini : Forki Kalbar dan Kodam Tanjungpura Sepakat Memasyarakatkan Karate di Kalbar

Kegiatan pesantren kilat ini, lanjut Andi mengatakan  berlangsung selama tiga hari, dimulai sejak tanggal 6 Mei hingga 8 Mei 2019 di Masjid At-Taqwa, Desa Senaning, dengan jumlah santri yang mengikutinya berjumlah 60.

“Santri-santri yang mengikuti kegiatan ini merupakan warga Desa Senaning dan Desa Nanga Bayan. Pesantren kilat yang dilaksanakan ini sebagai bentuk kepedulian Pos Pamtas terhadap masyarakat disekelilingnya, sehingga dengan diadakannya kegiatan seperti ini maka remaja yang berada di wilayah desa binaan dapat lebih mengerti tentang arti kehidupan remaja yang baik dan benar,” kata Andi.

Sedangkan Danpos Nanga Bayan Lettu Arh Retno menambahkan bahwa materi-materi pembekalan yang diberikannya kepada para santri tak berbeda dengan materi-materi yang ada di pesantren pada umumnya.

“Sebagai dasar kita mengajarkan tentang akhlak dan budipekerti, menghafal rukun iman dan rukun islam, dan juga kita mengajarkan kepada mereka tentang arti dari cinta tanah air dan terakhir yaitu agama untuk menjaga kita semua dari perbuatan hina serta materi religius lainnya,” jelas Retno.*/


Laporan : Sumber Pendam XII/Tanjungpura

Editor : Devi Lahendra


Bagikan :