Buka Sosialisasi Empat Pilar, Bupati Landak Bicara Tentang Pancasila

Buka Sosialisasi Empat Pilar, Bupati Landak Bicara Tentang Pancasila

Channeltujuh.com, NGABANG -- Bupati Landak, Karolin Margret Natasa mengungkapkan, tanpa adanya kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia, sulit untuk mewujudkan cita-cita dalam bernegara.

Hal tersebut diungkapkan Karolin saat membuka Sosialisasi Empat Pilar oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Landak di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Menjalin, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

Baca ini : Dipenghujung Program TMMD 104 Mahulu, TNI Gelar Kegiatan Non Fisik

"Tanpa landasan berbangsa dan bernegara, kita tidak akan seperti sekarang yang bisa bersekolah dan punya cita-cita setinggi langit, kalau kita tidak punya kemerdekaan sulit untuk mewujudkan stabilitas ekonomi dan stabilitas keamanan sebagai suatu bangsa dan negara," ujar Karolin, Selasa (26/3/19).

Karolin menambahkan, Pemerintah Kabupaten Landak saat ini sedang membangun patung proklamator yang juga Presiden Indonesia pertama Soekarno di Kota Ngabang.

“Pembangunan patung tersebut sekaligus untuk mengingatkan masyarakat dan mengingatkan bangsa Indonesia bahwa masyarakat Landak juga merupakan salah satu inspirasi dari lahirnya Pancasila. Masyarakat Landak adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jadi Pancasila itu bukan diciptakan oleh seseorang, tapi hasil dari melihat kondisi bangsa Indonesia yang kemudian menggabungkannya menjadi satu sehingga kita dapat menerimanya," kata Karolin.

Dikatakan Karolin, Sukarno memikirkan bagaimana supaya bangsa Indonesia bisa bersatu, sehingga Pancasila dapat diterima oleh seluruh bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

"Termasuk oleh orang Landak karena tidak jauh dari filosofi kehidupan sehari-hari," jelas Karolin.

Sementara itu Ketua DPRD Landak, Heri Saman menambahkan, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sangat perlu untuk terus disosialisasikan dan diterapkan ke masyarakat.

Baca ini : Listrik Padam Saat UNBK, Bupati Landak Ingatkan PLN


Baca ini : Mengacu pada Permendikbud, Bupati Landak Regrouping 16 SD Menjadi 8 SD Negeri

"Sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang beragam, kita harus memahami Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," pesan Heri.

Saat ini, Heri mengatakan, banyak sekali orang-orang yang ingin merubah dasar negara. Apabila berubah, bisa dipastikan kehidupan berbangsa dan bernegara juga ikut berubah, sehingga mempertahankan Pancasila  menjadi sesuatu yang sangat penting.

"Salah satu yang ada dalam sila ke empat yaitu untuk memusyawaratkan perwakilan, representasinya adalah sistem pemerintahan Indonesia yang salah satunya menganut sistem legislatif sebagai perwakilan dari rakyat," ungkap Heri.*/


Laporan : Deckie


Bagikan :