Kue Apam dan Ketupat Pelengkap Robo-robo Warga Lamtoro

Kue Apam dan Ketupat Pelengkap Robo-robo Warga Lamtoro

Channeltujuh.com, PONTIANAK – Meski digelar sederhana dengan hamparan karpet serta hidangan segala macam jenisa kue yang dikumpulkan dari warga, namun acara tahunan robo’-robo pada hari Rabu terakhir bulan Sapar (tahun Hijriah-red) yang menyimbolkan acara tolak bala, selalu digelar warga Gang Lamtoro, Jalur II Rt 004/Rw 005, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Sejatinya acara robo’ robo merupakan tradisi tahunan yang digelar sebagian besar oleh suku keturunan Bugis dan Melayu, jika dilihat  dari napak tilas tradisi ini bermuara  pada masa Opu Daeng Manambon.

“Acara ini kita gelar untuk tolak bala’ serta merupakan acara tahunan yang kita gelar disetiap tahunnya, bersama warga dengan masing-masing membawa kue maupun makanan lainnya, “ ucap tokoh agama Gang Lamtoro Jalur II, Bachtiar, channeltujuh.com, Rabu (15/11/17).

Dari kisah jaman dahulu, acara robo’ robo bermuara dari kedatangan kapal raja yang akan berlayar menuju muara Sungai Mempawah yang terletak di Desa Kuala Mempawah dengan jarak tempuh sekitar satu jam perjalanan. Di muara sungai akan dilakukan semacam upacara "penyambutan" ke laut seperti ketika Opu Daeng Menambon tiba dimuara sungai tersebut untuk pertama kalinya.

“Jadi robo-robo itu sendiri dimaksudkan sebagai suatu peringatan serangkaian kejadian penting bermula haulan pada hari Senin malam Selasa terakhir bulan Syafar guna mengenang hari wafatnya Opu Daeng Manambun, serta acara tolak bala’ atau bersih kampung, “ ucapnya.

Bagi warga keturunan Bugis di Kalbar, robo-robo biasanya diperingati dengan makan bersama keluarga dihalaman rumah, makan bersama warga kampung yang kesemua digellar diluar rumah.

Ditempat yang sama, Agus warga setempat mengatakan robo’ robo yang digelar setiap tahun diwilayahnya telah menjadi tradisi tahunan yang bukan hanya diikuti oleh suku Bugis, Melayu namun semua warga dari berbagai suku dan agama ikut tumpah ruah menggelar ritual sakral tersebut.

“Ya, ini acara tahunan kita di Gang Lamtoro, Jalur II dan ini menjadi tradisi kumpul warga untuk tolak bala’, selain itu pula kita ingin membangun rasa kebersamaan antar warga dengan tradisi robo’ robo makan diluar saya rasa ini akan mempererat tali silaturahmi antar warga, dan acara ini setiap tahunnya kita gelar pada pagi pada pukul 06.30 Wib, karena disaat pagi hari rejeki Allah turunkan,  “ ucapnya mengakhiri.

Laporan : Deckie


 

Bagikan :